Menu

Rabu, 03 Agustus 2016

Refreshing Ke Lembang

Well, sebenarnya perginya udah lama. Tapi baru dikenang sekarang. Haha
Agak-agak lupa sih, yaaa berusaha aja untuk diingat. Asal jangan ingat mantan, ya entar nggak bisa move-move lho kalian. Haha.

14 Mei 2016 alias 3 bulan yang lalu lah yak meski belum genap 3 bulan, sih.

Awalnya sih gue galau mau ikut atau nggak. Karena pada tanggal itu ada acara keluarga di rumah dan harus bantu Mamah. Tapi gue mikir lagi, kapan lagi kan jalan-jalan sama keluarga baru di Vaindo. Akhirnya pun gue memutuskan untuk ikut. Bismillah aja. Udah bilang juga ke Mamah.

Pas detik-detik mau hari H, gue kepikiran. Galau lagi. *eaaaak udah kayak remaja galau mulu. Haha* Bingung mau ikut pergi atau nggak. Tapi kasian Mamah di rumah nggak ada yang bantuin. Tapi, mungkin sama Allah SWT emang di suruh ikut pergi, soalnya tiba-tiba Mamah whatsapp kalau udah ada bantuin di rumah pas acara. Yaudah akhirnya gue tenang buat pergi jalan-jalannya kalau begitu.

13 Mei 2016
Malam-malam ke rumah Mba Sasha untuk menginap di rumahnya. Di sana ada Silmy dan Mba Santi juga yang ikut menginap. Biar pagi-pagi bisa berangkat bareng, karena berangkat jam 6 dari kantor Vaindo waktu itu. (kalau nggak salah ingat).

Tibalah waktunya. Gue pergi semobil dengan Mba Sasha, Silmy, Mba Shinta, Bang Bayu, Bang Rohmat dan Pak Hari (Bos Kami). Yang lebih unik, Bos Kami yang nyetir. Haha. Kurang enak apa coba.
Kami pergi ke Hotel Best Western Premier Bandung untuk menghadiri acara pertemuan Blogger di 10 Kota Indonesia. Acaranya padat sampai jam 5 sore baru selesai. Ini pertama kalinya gue ke hotel. Haha. *Norak ya? Biarinlah. Haha.* Dan pertama kalinya makan di restoran hotel. Beuuuh, makanannya enak semua. Haha. Sampai-sampai Mba Santi nambah mulu. *doyan makan apa lapar mba. Tapi enak deket Mba Shanti jadi makan mulu. Haha*

Ini Foto selesai mengikuti seminar yang dihadiri para Blogger

Setelah itu, kami pulang untuk menuju villa tempat kami beristirahat selama dua hari sampai hari minggunya. Villanya bernama Villa Jason di dalam kawasan Villa Istana Bunga. Waktu itu kami pergi dua mobil, hanya saja satu mobilnya berangkat siang. Pisah dengan kami. Yang nyetir adalah Bu Mia. Kalau kata dia sih, nenek-nenek gaul. Haha. Emang gaul banget, sih orangnya. Di mobil yang dia bawa ada Riski, Mba Diara, Bibil, Mba Ana. Mereka udah berangkat dari siang.

Daaan pas malamnya hampir sampai ke villa jason (setelah muter-muter nyasar), taunya mobil yang dikendarain Pak Hari pas-pasan sama mobil yang dikendarain Bu Mia. Haha. Kami semua spontan teriak saling sapa.

Selama di Villa pun kami mengadakan acara untuk saling mengenal dan lebih dekat satu sama lain. Makan jagung dan sosis bakar yang dihidangkan oleh Bang Rohmat (padahal sebenarnya agendanya kita yang bakar sendiri) untung ada Bang Rohmat yang baik. Hehe. Malam itu kenyang banget. Segala makan nasi pake sate. Enaklah pokoknya.

Kebesokan harinya, sebelum pulang kami mampir dulu ke De Ranch. Salah satu spot wisata yang ada di Lembang ini harga tiket masuknya cuma 10.000 per orang, lho. Murah kan? Namun, tempatnya lebih indah terlihat pegunungan dan hamparan rumput hijau nan luas. Di sana juga bisa naik kuda untuk berkeliling area De Ranch. Juga ada bebek-bebekan di danau untuk kalian yang ingin naik bersama anak-anak. Sebelum berkeliling, kami pun makan dulu di foodcourt yang ada. Banyak menu yang bisa kalian pilih ada soto bandung, soto ayam, soto rawon dan lainnya.

Foto bersama Team Vaindo (Kurang Pak Hari dan Bang Rohmat)

Eksis dulu. Keren kan?


Setelah puas berfoto, kami pun berniat untuk pulang agar tak kemalaman sampai Jakarta. Niatnya sih mau ke Floating Market, tapi karena satu orang bayar 25 ribu, jadi nggak jadi. Haha. Kami pun melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta.

Sekian cerita refreshing waktu itu. Lembang tidak sedingin waktu 2013 gue kunjungi ke sana. Tapi pemandangan alam yang indah di sana, buat gue jatuh cinta dan menjadi refresh kembali otak yang mumet. Recommended buat kalian yang mau jalan-jalan ke Lembang. Pergi aja ke De Ranch.
read more

Sabtu, 23 April 2016

Kembar Pun Tak Selalu Sama!

Apakah kamu menyadari bahwa apa yang kita miliki saat ini memang sudah diatur oleh-NYA?
Meski kamu merasa bahwa beberapa yang dimiliki tidak sesuai dengan apa yang diinginkan?

Analoginya seperti ini, contoh kamu sangat ingin kuliah di jurusan kedokteran di universitas negeri. Kemampuan menghafal kamu lumayan karena memang dibutuhkan dalam jurusan kedokteran. Ketika itu, kamu tidak lolos untuk masuk ke jurusan kedokteran, malah temanmu yang biasa2 sajalah yang lolos. Akhirnya, kamu pun kuliah di kampus swasta dengan jurusan sastra bahasa. Awalnya kamu sangat enjoy menikmati perkuliahan di bidang hobby mu yaitu bermain sastra, tiba2 semakin naik tingkat ada saatnya kamu mendapatkan banyak tugas dan harus begadang. Dan kamu pun tak mampu untuk merelakan waktu tidurmu untuk berusaha mengerjakan tugas di saat keadaan ngantuk. Sedangkan temanmu yang berada di jurusan kedokteran itu sudah terbiasa bila setiap hari harus begadang karena tugas banyak.
Nah, di sinilah sisi di mana Allah itu sudah merancang kehidupan yang memang sesuai dengan porsi mu😊

Selalu ada alasan dibalik setiap kejadian yang ada di hidupmu😊 PASTI! Dan semuanya tidak lain tidak bukan hanya untuk kehidupanmu yang indah.
Hanya saja kamu diharuskan untuk berusaha mendapatkannya😊

Orang kembar yang wajahnya sangat identik sebenarnya mereka tidak sama. Ya, kehidupan mereka berjalan sangat berbeda. Allah memberikan kehidupan yang memang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Yang satu ingin sekali menjadi Perawat namun tidak diterima, akhirnya menjadi seorang desainer. Yang satu lagi ingin menjadi komikus namun malah menjadi penulis.
Kenapa bisa seperti itu?
Mungkin saja yang satu akan lebih mudah dengan kemampuannya menjadi seorang desainer karena ia memang hobby menggambar yang meringankan pekerjaannya dibandingkan dengan perawat yang punya segudang tugas yang harus dilaksanakan setiap hari di rumah sakit. Bisa saja ia tidak mampu untuk bekerja terlalu lama, atau fisiknya lemah atau ia memang tak bisa begadang bila dinas malam.

Yang satu lagi menjadi seorang penulis, bisa saja ia tidak menjadi seorang komikus karena gambarnya yang kurang bagus, dan memang kemampuannya adalah bermain di kata-kata bukan gambar. Seperti itulah analoginya😊

Dan apakah kamu tahu bahwa setiap orang yang hadir di dalam hidup kita mempunyai maknanya masing2?
Bagaimana dengan orang yang jahat atau membuat kita kesal?
Orang itu hadir untuk memberi kamu masalah yang akan membuat kesuksesanmu semakin dekat. Lho, kok gitu?
Ya, dengan adanya masalah kamu pasti akan belajar darinya. Belajar bagaimana jika kedepannya akan terjadi seperti itu dan kamu sudah tahu cara mengatasinya.
Seorang Pangeran pasti harus diuji terlebih dahulu untuk kelayakannya menjadi seorang Raja. Semakin besar masalah yang bisa dilalui oleh Pangeran tersebut semakin dekat dan akan menjadi sangat layak bila Sang Pangeran menjadi Raja. Jadi, selama diperjalanan kamu pasti akan menemui banyak masalah yang harus kamu hadapi dan selesaikan untuk membuatmu semakin dekat dengan kesuksesanmu😊

Bagaimana dengan orang-orang baik yang ada di sekitar kita?
Allah SWT itu Maha Adil. Percayalah, Allah tidak akan memberikan suatu masalah yang besar jika tidak ada jalan keluarnya😊 orang-orang baik yang datang begitu saja ke kehidupanmu di saat masalah itu hadir, itu juga merupakan bagian dari rencananya. Allah yang mendatangkan masalah, Allah juga yang mendatangkan jalan keluar. Dengan adanya orang-orang baik itu akan membantumu keluar dari masalahmu tentu saja tak lepas dari usahamu sendiri.

Percayalah!
Tidak ada yang perlu kamu sesalkan atau keluhkan😊
Semuanya sudah diatur sangat baik dan akan berakhir sangat indah, hanya saja Allah ingin melihat usaha kerasmu untuk menggapainya. Dan Allah mendatangkan masalah untuk membuatmu semakin kuat dan dekat dengan apa yang kamu impikan.
Ingatlah, setiap kejadian pasti ada alasannya. Dan alasan itu merupakan alasan yang baik. Allah tidak akan Setega membuat hamba-NYA menderita.

Jangan pernah merasa hidupmu tidak lebih baik dari hidup orang lain. Jangan merasa iri karena hal itu. INGAT! KEMBAR PUN TAK SELALU SAMA!
Hidup setiap orang berbeda-beda dan memang sudah berjalan sesuai porsinya (kemampuannya). Hanya saja terbagi lagi menjadi dua, orang yang OPTIMIS atau orang yang PESIMIS. Orang yang Optimis akan selalu melampaui kemampuannya dan berhasil meraih kesuksesan lebih cepat. Sedangkan orang yang Pesimis hidupnya akan selalu jalan di tempat. So, kamu mau jadi orang yang mana? Jangan sampai salah pilih ya😃

TETAP BERUSAHA DAN BERDOA!
JANGAN LUPA TEBARKAN KEBAIKAN DI SETIAP LANGKAHMU. HAJAR SETIAP MASALAH DAN YAKIN HAL ITU AKAN MEMBUATMU SEMAKIN KUAT DAN DEKAT DENGAN IMPIAN.

Keep Fighting!
-Angelus Rosa-

read more

Jumat, 01 April 2016

Perhatian Sang Hero kepada Sang Angel

Selasa, 29 Maret 2016

Ponsel berdering tanda SMS masuk
Zami Ahadi^^^ (aku udah mau nyampe kampus kamu nih)

Aku pun mereply (yaudah nanti kalau udah sampe kabari aku ya biar aku segera turun)

Beberapa menit kemudian...
Lagu A little not over you terdengar dari ponsel.
(Halo~ | aku udah sampe nih. | kamu udah di depan gerbang? | aku malah udah di kantin kampus kamu | hoalah dadi udah masuk? Yaudah aku turun. | oke aku tunggu ya.) Gue pun menutup telepon singkat itu.

Turun ke bawah dan dia melihatku. Segera ia berjalan menghampiri.

Gue : dadiii. (Sembari tersenyum)
ZA : Yuk! (Balik senyum)
Gue : eh tapi kamu ga mau sholat dulu?
ZA : nanti aja kita ke sana dulu. Katanya cuma sampe jam 4?
Gue : iya sih. Yaudah deh.
ZA genggam tangan gue bener2 erat banget. Beda dari biasanya. Genggamannya tuh bener2 ngalirin aura sayangnya banget :") Langsung berjalan ke parkiran.

Sampe di motor sembari ngasih helm ke gue.
ZA : aku tuh sepanjang jalan mikirin kamu. Mikirin kamu gimana kabarnya. Kamu lagi apa? Kamu baik2 aja atau gak? Semalem pun aku ga bisa tidur mikirin kamu.

Gue dalam hati cuma bisa aaaah dia sampe segitunya :") bener2 ga bisa ngomong apa2.
Gue : aaah dadiii (sembari elus dadanya)
ZA : tapi semuanya akan baik2 aja. Ada aku di sini.
(Langsung naik motor dan pergi)

Di tengah jalan ketemu Indomaret.
ZA : bentar ya aku mau beli minum dulu. Haus aku.
Gue : (mau turun) oh yaudah mau beli minuman apa?
ZA : hmm aku aja yang beli. Kamu tunggu sini ya.
Gue : oh yaudah.
Gue pun nunggu di motor di pinggir jalan. Dia ke Indomaret untuk beli minuman.

Beberapa menit kemudian...
ZA : nih buat kamu. (Sembari kasih coklat Silverqueen)
Gue diem sebentar sembari liat coklatnya.
Gue : buat aku? (Coklatnya pun gue raih)
ZA : iya coklat tuh bagus lho buat ngembaliin mood.
Gue : ah makasih. (Senyuman gue merekah kembali) sekarang hari Valentine ya dadi?
ZA : haha ga ngaruh kali.
Dan tawa pun meledak di antara kami. Perjalanan pun berlanjut.

***
Gue : Yuk!
ZA : udah? (Langsung siap-siap dan menyodorkan helmnya ke gue)
Gue : duh gerimis. Kita neduh dulu deh di sevel.
ZA : sevel atau family mart?
Gue : yaudah terserah.

Di tengah perjalanan.
Gue : eh tapi kamu belom sholat. Tapi masjidnya udah lewat.
ZA : yaudah cari ke sana.
Gue : eh itu ada musholla di gang tadi.
ZA : yah kelewat. (Dan akhirnya cari celah buat muter balik)

Sampailah di musholla dan dia sholat.
Sesudahnya...
ZA : kamu ga jadi angklung?
Gue : ga jadi aku udah bilang. Ituu masih gerimis.
ZA : iya masih bisa2 sampe sana basah kita. Haha
Dan tawa pun kembali meledak di antara kami.
ZA : aku senang masih bisa liat tawa kamu.
Gue : (kembali dibuatnya senang) haha dasar kamu kayak aku udah lama banget ga ketawa aja. Haha
ZA : makin cantik aja deh kamu.
Lagi2 bilang begitu. Mau gue lagi dandan atau lagi kusam tetep aja kalo ketemu bilangnya begitu.
Gue : yaaaa (sembari melemparkan senyum padanya) yaudah yuk!
ZA : yuk!

Akhirnya ke family mart.
***
Bersiap ke motor untuk pulang.
ZA: duh aku lemes banget ya.
Gue: kamu mau makan dulu?
ZA: gak ini tuh bukan karna itu, tapi sepanjang jalan tadi banyak banget pikiran. Mikirin kamu, aku khawatir banget.
Gue: (lagi2 dibikin terharu dan sempet buat gue ga bisa berkata2)
Ehm dadiiii (sambil elus2 dadanya) makasih ya udah khawatirin aku, makasih udah jemput aku dan nemenin aku hari ini. Sayang dadiii.
ZA: iya sama2. (Sambil tersenyum) sayang kamu juga. Yuk pulang!
Langsung genggam tangan gue kembali.
Sembari jalan dia memperagakan jalannya seorang pengantin sembari mengatakan "teng teng teng teng"
Gue : haha bukan gitu jalannya lebih lama lagi.
Dia langsung mengubah speed jalannya menjadi lambat.
Gue : haha ga gitu juga itu mah udah kayak keong.
ZA: oh ga gitu ya. Haha

Sampailah di motor.
ZA: kamu hari ini cantik banget. (Sembari memakaikan helm ke kepala gue) Aku lebih suka kamu yang kayak gini daripada pake makeup seriusan.
Gue: yaaa yaa yaa (sambil senyum ga tau mau ngomong apaan Haha)
ZA: eh ada duit tuh 10rb di bawah.
Gue pun melihat uang 10rb itu benar di bawah.
Gue: oh iya. (Langsung ambil)
ZA: lumayan buat parkir.
Gue: buat bensin kamu aja nanti.

Akhirnya kita pulang dan dia anter gue sampe rumah.
Sekian cerita pada hari itu yang membuat gue sangat bahagia.
Ya, bahagia itu sederhana. Ketika orang yang kamu sayang maupun yang menyayangi kamu juga ada untuk kamu dan peduli kepadamu.

Bersyukur banget punya myHero yang selalu melindungi angelnya❤ thank you God❤

read more

Kamis, 31 Maret 2016

The Miracle of Gift 21

Ini adalah tentang kado terindah di ulang tahun gue yang ke-21.
Tepat di tanggal 28 maret 2016 saat semua orang mengirimkan ucapan dan doa lewat sosial media seperti Facebook, Whatsapp, BBM, Instagram maupun Path.
Namun, ulang tahun kali ini tak seceria ulang tahun sebelumnya di mana masalah sedang mengunjungi ku.
Masalah benar-benar memuncak saat hari itu. Air mata pun kembali mengalir dari mata bulatku.
Aku sadar, kado masalah itu pasti ada hikmah dan pelajaran di dalamnya.
Namun, yang paling bahagia adalah di saat Allah SWT memberi kado masalah tersebut, DIA pula yang memberikanku orang-orang baik yang membantuku, mensupportku :)
Sungguh, pertolongannya selalu ada. Sungguh, keajaibannya sungguh nyata. Sungguh, DIA Maha Baik. Sangaaaat Baik.
Ambil hikmahnya. Buang Negatifnya.
Akan selalu ada keajaiban yang datang kepada hamba yang selalu husnuzon kepada-Nya😊❤

Bahagia itu sederhana. Ketika berada di lingkungan orang-orang baik, itu saat di mana kebahagiaan sederhana mulai terlihat. Kebahagiaan ini sangat berharga dan tak dapat dibayar oleh apapun.
Thank you God Allah SWT for the best gift on my birthday ❤

read more

Rabu, 16 Maret 2016

REFRESH

Cerpen ini bergenre fiksi. Perpaduan antara petualangan dan cinta. Tadinya cerpen ini mau diikutsertakan lomba AWESOME JOURNEY, namun karena sudah dealine jadi tak terkejar. Huhu
#awesome #journey #cinta #romantic #fiction #adventure #trip #couple #imagination #whiterose #berkaryaituasyik!



            “Dear, besok ayo kita jalan-jalan! Aku udah jenuh banget, nih, nulis buku selama satu bulan kemaren, kan. Huhu.” Sambil menghela napas dan bernada manja Nika mengetik pesan singkat kepada someone special-nya.
            Pesan singkat itu pun terkirim. Sambil menunggu adanya balasan dari orang yang dituju, ia pun menyanyikan beberapa lagu favoritnya. Tak lama, ponsel Nika pun berdering. Dengan secepat kilat, Nika membuka pesan balasan itu.
            “Jalan-jalan? Yaudah, yaudah, ayo mau kemana sayang?” tanya seseorang di seberang sana.
            Tanpa ragu, jari-jemari Nika pun menari dengan lincah di atas keypad ponselnya.
            “Ke Pangrango aja, gimana? Aku kan belum pernah ke sana. Kamu jemput aku jam 7, ya. Besok aku bawain bekel untuk kita makan di sana.”
            Dengan sangat bergairah Nika menunggu balasan. Hampir saja ia melompat, karena seorang di seberang sana mengiyakan permintaannya. Ini saat yang ditunggu-tunggu oleh Nika. Saat di mana setelah ia menyelesaikan menulis buku karangannya, ada seseorang yang menjanjikan untuk mengajaknya jalan-jalan dan janjinya itu akan terealisasikan. Ah, Pria itu memang selalu menepati janjinya, membuat Nika semakin jatuh cinta kepadanya.
            Nika, wanita berusia baru memasuki 20 tahun, memiliki kulit yang putih, rambutnya yang panjang dan lesung pipi di pipi kanannya yang chubby, membuat wanita ini sangat manis dan cantik. Tidak akan pernah bosan melihat wajah wanita yang satu ini. Pantas saja ia disukai banyak pria, termasuk Hardi, someone special yang mengajaknya jalan-jalan ini.
            Hadi, pria berambut hitam, berkacamata, dan mempunyai lesung pipi juga di kedua pipinya tak membuat kegantengannya berkurang. Matanya yang sipit membuat semua orang yang melihatnya selalu berpikiran kalau ia berasal dari keturunan Chinese. Padahal, ia asli orang Indonesia, tepatnya di Palembang.
            Mereka adalah pasangan yang sangat serasi. Yang satu, kadang bertingkahlaku seperti anak kecil dengan sikap manjanya yang selalu tak terduga. Sikapnya yang seperti anak kecil, membuat candaannya agak gak waras alias gak masuk akal. Tapi dengan begitu, selalu ada tawa yang dibuat olehnya.
            Yang satunya lagi, sikapnya yang dewasa dapat menyeimbangi keadaan. Sering ia mengeluarkan nasihatnya hanya untuk si wanita ini, Nika. Maklum, Nika bergolongan darah B memang seperti itu. Dan Hardi bergolongan darah O, yang sangat suka memberi B nasihat-nasihatnya. Sangat cocok, bukan?
            Hubungan mereka pun sampai saat ini sangat harmonis, karena kedua sifat yang berbeda itu justru saling melengkapi dan membuat mereka terlihat menyatu dalam raga yang sama. Mereka pun mempunyai pikiran tentang masa depan yang sejalan. Membuat pembicaraan mereka selalu mempunyai topik untuk dibicarakan.
Ada saja hal-hal yang mereka bahas dan itu membuat mereka lupa akan waktu, jika sudah berbincang-bincang menata masa depan. Apalagi, jika si Hadi sudah berbicara tentang bisnis. Biasa, golongan darah O memang punya ambisi untuk menjadi orang terkaya di dunia.
Setelah mendapatkan balasan dari Hadi, Nika pun langsung mempersiapkan keperluan apa yang akan ia bawa besok. Mulai dari pakaian ganti, hingga makanan ringan untuk mengganjal perut mereka ketika lapar. Nika sangat tidak sabar untuk segera hari esok.
Kebesokan harinya, semua persiapan sudah lengkap. Makanan bekal pun sudah Nika bawa. Tinggal menunggu Hadi menjemputnya. Ia pun menunggu Hadi menghubunginya. Ah, panjang umur! Baru ditunggu, ia sudah mengirimkan pesan ke ponsel Nika.
“Sayang, aku udah sampai di depan gang kamu.”
Dengan cekatan, Nika memikul tas ransel ke pundaknya dan berpamitan pada orang tuanya. Ia langsung berjalan ke depan gang rumahnya. Tak lama, terlihat sosok pria sedang duduk di atas motor dengan jaket kulitnya.
“Ayo, yang!” sambil memperlihatkan senyum manisnya.
“Ayo, pakai dulu maskernya!” Hadi pun mengingatkan Nika untuk memakai maskernya. Nika pun mengikuti perintahnya. Setelah terpakai, Hardi pun memasangkan helm ke kepala Nika.
“Cantik banget, sih.” Sambil menyunggingkan senyumannya dan mencubit kedua pipi Nika.
“Aduh!” Keluh Nika yang mulai terbiasa dengan cubitan Hadi itu.
Entah kenapa, pria ini sangat senang mencubit pipi Nika. Dan selalu saja berkata, “cantik” setiap bertemu dengannya. Membuat Nika tidak bisa berkata apa-apa, padahal dalam hatinya sangat senang karena sudah dibilang seperti itu. Biasalah, wanita senang dipuji oleh prianya. Mau Nika lagi jelek, belum mandi pun, Hardi tetap bilang seperti itu.
Tak lama, Nika mengeluarkan ponsel untuk menggunakan aplikasi GPS penunjuk jalan, karena Hadi sedikit lupa untuk menuju ke daerah bogornya. Karena ponsel Nika tiba-tiba saja menjadi lemot alias madet, akhirnya mereka jalan tanpa GPS. Hanya bermodalkan penunjuk jalan yang ada di pinggir jalan saja.
Perjalanan nge-bolang pun dimulai. Awalnya lancar-lancar saja karena Nika masih tahu daerah situ. Tapi, ketika mereka dihadapkan dengan sebuah pertigaan, Nika yang aslinya memang tak tahu jalan, dengan sedikit ragu, ia mengarahkan Hadi untuk belok ke kiri.
Namun, karena Hadi tak yakin dengan jalan yang diambilnya itu, ia pun menghentikan motornya dan mengeluarkan ponselnya untuk membuka GPS kembali. Entah kenapa, trouble datang lagi. Ponselnya pun sama tiba-tiba menjadi error. Karena lama, Hadi pun kesal, menutup ponselnya dan berjalan ke depan untuk mencari orang yang bisa di tanya.
Akhirnya setelah berjalan sedikit, mereka menemui orang yang bisa ditanyakan jalan. Benar saja, arah yang ditunjukkan Nika salah. Hadi pun mempercepat laju motornya. Dan seketika, mereka menjadi hening. Nika tahu, Hadi bete karena salah jalan ini yang membuat mereka semakin lama sampai ke tempat tujuan. Nika hanya bisa terdiam jika Hadi seperti ini. Ia takut, jika ia bicara Hadi malah marah. Lebih baik Nika diam, membiarkan Hadi menenangkan hatinya terlebih dahulu.
Benar saja, tak lama Hadi akhirnya membuka mulutnya dan kembali berbicara pada Nika. Nika pun sangat lega, akhirnya Hadi tidak lama menutup mulutnya alias bungkam. Sangat tidak enak jika Hadi sedang bete seperti itu.
Mereka kini menikmati perjalanan dengan enjoy. Akhirnya setelah menempuh jarak yang lumayan jauh dari Jakarta, sekitar 2 jam, mereka sampai di daerah Puncak tepatnya di Gunung Pangrango. Ah, ini dia saat yang ditunggu-tunggu oleh Nika.
Udara dingin langsung menyambut mereka. Memasuki pori-pori, menjalar ke seluruh tubuh yang membuat suhu tubuh berubah drastis.
“Wah bagus banget pemandangan gunungnya!” sambil menunjuk dengan telunjuknya dan menunjukkan wajah cerianya.
“Cie ke Pangrango!” Hadi pun mengejek Nika yang baru pertama kali ke Pangrango.
“Iya dong.” Dengan pede Nika pun membalas ejekan Hadi.
“Sudah siap? Ayo!” Dengan nada bersemangat, Hadi pun meraih tangan Nika dan langsung mengajaknya memasuki kawasan pangrango.
Nika dengan semangatnya yang menggebu-gebu melangkahkan kakinya dengan sangat pasti untuk sampai ke atas gunung ini. Ditemani oleh Pria yang menyayanginya membuatnya terasa sangat aman.
“Wah, subhanallah indah banget, dear!” Nika tak bisa memendam rasa takjub akan keindahan yang telah diciptakan Sang Maha Pencipta. Warna pepohonan yang sangat hijau membuat suasana semakin sejuk dan damai.
Tapi, untuk sampai ke atas sana, mereka harus melewati beribu anak tangga di tengah lebatnya pepohonan yang sudah tumbuh dari beribu tahun yang lalu. Awalnya, mereka sangat energik menaiki anak tangga ini. Namun, lama-lama mereka kehabisan tenaga dan napas terdengar sangat tersenggal-senggal. Denyut jantung pun sangat kencang. Nika berusaha untuk mengatur napasnya agar tak terdengar oleh orang lain yang berkunjung. Atau terhadap Hardi sendiri. Maklum saja, Nika sangat jarang berolahraga.
“Ayo, sayang pasti kuat sampai atas!” Hadi kembali menyemangati wanita yang ada di sampingnya.
Nika hanya mengangguk dan sesekali melihat ke arah Hadi sambil tersenyum. Ia tak sanggup untuk sekedar berkata, karena akan mengurangi tenaganya. Nika tahu, sebenarnya ia sudah sangat ingin beristirahat sebentar. Namun, karena jaraknya yang jauh sekitar 28 hektometer, kalau sedikit-sedikit berhenti, semakin lama ia sampai di atas.
Ia memperlambat langkahnya. Memanfaatkan sisa tenaga yang ia punya, sebelum meminta untuk beristirahat pada Hadi. Namun, akhirnya Nika pun menyerah juga. Daripada ia pingsan di jalan, lebih baik ia meminta Hardi untuk sekedar duduk dan minum sebentar saja.
“Yang, duduk dulu aku capek. Mau minum haus.” Suara Nika mulai pelan hampir tak terdengar.
“Yaudah ayo, di situ.” Sambil berjalan menuju batu untuk mereka duduki.
Nika pun mengeluarkan botol minumnya dari dalam ranselnya. Dua teguk air sangat nikmat sekali untuk menambah tenaganya. Hadi pun meneguk air setelah Nika. Beristirahat sebentar sambil menikmati udara sejuk yang dikeluarkan dari pepohonan di sekelilingnya.
“Yang, ini bunyi hewan apa nyaring banget.” Tanya Nika penasaran.
“Oh, itu hewan pengeret namanya. Hewannya kecil banget, lho. Tapi suaranya bisa nyaring gini, ya, keren banget.” Hadi pun menjelaskan pertanyaan dari Nika itu.
“Oh, ya? Keren banget. Eh, Itu kantung semar, ya, yang?” sambil menunjuk tepat ke arah depan mereka.
“Oh, iya. Wih keren banget, ya. Kamu liat aja lagi.”
“Eh, emang air kantung semar bisa diminum, ya, yang?”
“Hah? Kata siapa, kamu? Kantung semar itu kan pemakan serangga. Airnya berarti kotor, kan bekas serangga. Kamu mau minum?” kini Hadi membalikkan pertanyaan Nika.
“Eh, iya sih, ya? Tapi masa waktu itu aku nonton Bolang, yang. Mereka minum air dari kantung semar, masa.” Dengan menunjukkan raut wajah heran.
“Ya, mana aku tahu. Mungkin adat di sana begitu. Yuk lanjut lagi!” ajak Hadi sambil kembali meraih tangan Nika.
Mereka kembali melanjutkan perjalanannya. Nika kembali mengatur napasnya. Kini mereka menambah kecepatan langkah agar cepat sampai atas.
“Ayo sayang semangat! Sampai telaga biru, jembatan, baru sampai air terjun. Dikit lagi sampai telaga biru, kok. Keren deh telaganya airnya tenang banget. Warnanya emang agak biru. Nanti kita lihat, yah.” Sambil mempererat genggamannya pada Nika.
Nika hanya tersenyum. Ia hanya fokus pada langkahnya untuk segera sampai di tempat tujuan. Tak lama, beberapa langkah mereka berjalan, akhirnya sampai di telaga biru.
“Ini dia telaga biru. Liat airnya tenang banget, kan?” Hadi pun menunjukkan kepada Nika.
“Tapi kok gak warna biru?” tanya Nika dengan polos.
“Waktu kemaren aku liat warnanya biru, mungkin tergantung sinar matahari kali, ya?” ujar Hadi yang tak tahu jelas mengapa sebabnya.
Setelah mereka mengabadikan moment yang ada di telaga biru dengan berfoto bersama, perjalanan mereka pun dilanjutkan. Tempat kedua yang harus dilewati adalah jembatan yang sangat panjang dan juga terlihat keren.
“Oke, Semangat!” Nika pun menyemangati dirinya dan juga Hadi dengan mengepalkan satu tangannya ke atas. Nika pun kembali mengambil napas panjang dan dalam.
Kembali melangkah bersama menuju tempat tujuan adalah hal yang menyenangkan. Bagaimana tidak, Hadi selalu menggenggam tangan Nika, membuat Nika sangat nyaman berjalan di sampingnya. Apalagi, sepanjang jalan tanjakan, salah menginjak batu saja bisa terjatuh ke bawah. Nika sangat senang bila sedang bersama dengan Hadi.
Nika hanya tahan beberapa pembicaraan saja, selebihnya ia kembali diam karena napasnya mulai tersenggal-senggal membuatnya tidak bisa banyak bicara.
“Masih jauh gak, yang?” tanya Nika pelan.
“Sedikit lagi, sayang. Ayo, semangat!” Hadi kembali menyemangati.
Mendengar kalimat yang entah sebuah kebenaran atau hanya untuk membuat Nika senang karena sedikit lagi sampai, Nika tetap semangat untuk mempercepat langkahnya agar bisa cepat sampai. Dan memang benar saja, tak lama jembatan itu terlihat di hadapan mereka.
“Nah, ini jembatan panjangnya!” Hadi kembali menunjukkan tempatnya kepada Nika bak turgait yang memberitahu turis wisatawan.
“Wih, subhanallah keren banget pemandangannya!” Wajah Nika pun berseri melihat pemandangan yang super keren! Terlihat jelas, gunung dengan sedikit tertutup kabut itu menambah keindahannya.
“Ayo, foto dulu!” Hadi kembali mengabadikan setiap moment bersama Nika. Ya, memang harus diabadikan untuk menjadi kenangan bahwa mereka telah berpetualang ke sini.
Entah berapa langkah yang telah mereka jalani. Perkiraan setengah jam lagi untuk bisa sampai ke atas. Nikmati saja setiap suasananya agar tidak terlalu merasakan lelah. Mereka kembali berbincang-bincang selama perjalanan.
Akhirnya, benar saja estimasi waktu Hadi memang selalu tepat. Mereka sampai di atas tak lebih dari setengah jam. Ya, sampai di Air Terjun Cibereum. Air terjunnya ternyata ada tiga. Subhanallah, indah sekali. Udara dingin mulai memasuki pori-pori tubuh mereka. Tak sedikit orang yang mengunjungi air terjun ini.
Nika dan Hadi hanya bisa sampai di air terjun, karena Nika tak sanggup bila harus berjalan kembali sekitar 10 hektometer untuk sampai ke puncak Gunung Pangrango. Lagipula, waktunya sudah sangat sore. Mereka kemudian menghampiri air terjun yang berada di tengah-tengah, karena air terjun yang pertama sudah di tempati banyak orang.
Kaki mereka pun mulai mengenai airnya. Dan airnya benar-benar terasa seperti air es. Dingin sekali.
“Yeay! Sampai!” teriak Nika sampai di air terjun.
“Gimana seneng gak udah kesampaian ke sini?” tanya Hadi sambil tersenyum.
“Aaahh seneng banget, yang. Makasih ya.” Sambil memeluk Hadi dengan sangat erat akhirnya Nika bisa jalan-jalan ke Pangrango untuk melepas semua jenuh setelah ia berusaha untuk membuat buku karyanya. Ia sangat senang Hadi sudah mau mengajaknya ke sini.
Thanks, God. Udah ngirimin kesatria buat aku. Hari ini, aku sangat senang. Berpetualang sama kamu itu, bahagianya gak ilang-ilang. Bikin ketagihan. Saatnya bilang, “Our Trip, Our Adventure.”
read more